Calon Wakil Rakyat PPP No.6 Dapil 2 DKI Jakarta

Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro (kiri) dan Calon wakil Rakyat dari PPP Ridha Fidyana (kanan).

Idealisme muda untuk kemajuan bangsa

Ridha Fidyana - Calon Wakil Rakyat dari PPP Dapil 2 DKI Jakarta.

Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan 1434H

Bersama Menteri Agama RI Bpk. Suryadharma Ali beserta Ibu Indah Suryadharma Ali, dan ditemani oleh ayahanda tercinta H. Fachrurozy Z, SE, MBA ( sebelah kiri ).

Diskusi

Ridha Fidyana bersama N.Izzah Anwar.

The Real Politic

Ridha Fidyana akan Perjuangkan Hak Wanita.

Tampilkan postingan dengan label Perwakilan Caleg Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perwakilan Caleg Perempuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2013

Perempuan Tak Hanya Urus Kasur, Dapur, dan Sumur

PERAN perempuan saat ini bukan sekadar mengurus kasur, dapur, dan sumur. Lebih dari itu, sebagai salah satu pilar negara, peran perempuan sangat strategis sebagai pendidik utama anak-anak. Demikian ditegaskan Ridha Fidyana, calon legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat berbincang dengan IRNews di salah satu restoran cepat saji di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (20/05). ’’Perempuan kan pilar negara. Kalau perempuan dididik dengan baik dan diperhatikan, pasti negara maju,” kata Ridha Fidyana.
Ridha Fidyana, Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan Dapil  DKI 2
Dijelaskan wanita kelahiran 20 Oktober 1985 ini, jika dilihat dari skala kecil, perempuan Indonesia sudah memiliki kesempatan menempati pos-pos pemerintahan. Hanya saja, potret perempuan Indonesia pada skala nasional masih mengalami banyak persoalan.

Perwakilan Caleg Perempuan masih kurang

’’Mungkin dari segi kultur masih banyak juga yang menganggap perempuan hanya kerja di kasur, sumur, dan dapur. Padahal, itu tidak relevan lagi,” ujar mantan aktivis ini.
Perempuan yang pernah mengeyam bangku kuliah di Universitas Indonesia (UI) jurusan Arsitektur ini menambahkan, tantangan perempuan Indonesia masa kini ada pada persoalan budaya dan rumah tangga. Dua tatanan itu, kata Ridha Fidyana, dapat menjadi penghalang kemajuan perempuan. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat perlu menganggap wanita sebagai fitrah kemanusiaanya.
’’Laki-laki juga harus membuka diri. Karena jika perempuan berkembang, yang diuntungkan laki-laki juga. Kan, laki-laki yang berkembang, perlu perempuan yang mendorong. Begitu juga perempuan yang hebat, ada lelaki yang menjadi penopang,” ujar Ridha.
Ridha Fidyana yang akan bertarung di daerah pemilihan (dapil) DKI II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri ini mengaku memiliki idola perempuan, yakni Cut Nyak Dien. Bagi Ridha, pahlawan Aceh itu merupakan contoh perempuan yang sangat berpengaruh di masanya. ’’Cuk Nyak Dien, itu rule model yang sangat bagus,” tegas ibu dua anak ini. [hil-4]
STIFORP Indonesia

Caleg PPP : Ridha Fidyana akan Perjuangkan Hak Wanita

Ridha Fidyana Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklaim bahwa pendaftarnya sebagai caleg pada Pemilu 2014 nanti lantaran mendapat panggilan dari Tuhan.Namun demikian, Ridha Fidyana tak menampik jika dirinya memang senang berpolitik sejak duduk dibangko sekolah hingga universitas.

Ridha Fidyana, Caleg PPP
Menurutnya, isu memperjuangkan hak-hak wanita menjadi alasan lainnya ingin duduk di senayan.
“Saya prihatin melihat kekerasan dalam rumah tangga, poligami, pendidikan hingga ketidak adilan upah yang diterima oleh pekerja wanita dan laki-laki yang berbeda,” kata Ridha Fidyana, usai diskusi bertajuk ‘ Potensi Caleg Artis dan Aktivis Muda di Pemilu 2014′ di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/5/2013).

Akan Perjuangkan Hak Wanita

Ditanya mengenai potensi serta persiapannya untuk memenangkan Pemilu, Ridha Fidyana mengaku hanya memiliki niat dan keberanian sebagai modal utama. Selain itu, keberadaannya sebagai perempuan juga menurutnya menjadi nilai tambah tersendiri, dan akan memperjuangkan Hak Wanita. “Ya, Bismillah. Biar Tuhan yang menentukan,” katanya.
Ridha Fidyana maju dari Caleg Dapil II DKI Jakarta melalui partai bergambar Ka’bah tersebut. Saat ini Ridha Fidyana mengaku tengah sibuk bersilaturahmi dan mendatangi berbagai diskusi sebagai langkah awalnya pembelajaran politiknya. “Saya terjun langsung, berangkat dari awal dengan mengikuti passion. Menang atau kalah itu nomor sekian,” pungkasnya. [mes]
STIFORP Indonesia